Awas! Hati-Hati Wisata ke Pantai Klayar Pacitan

Awas! Hati-Hati Wisata ke Pantai Klayar Pacitan

Saya mau berbagi pengalaman berwisata ke Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur. Pada musim liburan pertengahan tahun saya memutuskan untuk melancong atau berwisata ke sebuah pantai yang belum pernah saya kunjungi karena sejumlah pantai di pulau Jawa yang digadang-gadang banyak orang sebagai pantai eksotis dan indah, ternyata tidak semuanya memenuhi harapan saya. Hanya beberapa pantai saja yang bias mempesonakan dan memanjakan saya. 

Saya tergolong gemar berwisata alam, khususnya wisata pantai. Kali ini saya mencari informasi tempat-tempat wisata pantai yang masih alami dan berharap bias menghapus penat dari rutinitas harian di Ibu Kota yang penuh tekanan.

Alhasil, saya mendapat informasi bahwa di Pacitan, Jawa Timur ada sebuah pantai yang dari banyak informasi masuk kategori pantai yang layak  saya kunjungi karena menawarkan panorama alam yang khas. Pantai itu adalah Pantai Klayar yang letaknya sekitar 40 km dari pusat kota Pacitan, tepatnya di wilayah kecamatan Donorejo.

Kabarnya, Pantai Klayar mulai diperbincangkan sejak Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pulang kampung dan mampir ke pantai ini. Saya tertarik setelah melihat sejumlah foto yang menangkap landscape pantai tersebut. Pantai klayar menyajikan wisata pantai dengan hamparan pasir putih bersih dan luas yang berpadu dengan karang-karang pantai dengan bentuk unik. 

Selain keindahan pantainya, rute Jakarta-Pacitan hingga ke wilayah pesisir Pantai Klayar sangat menarik untuk dilalui. Ruas jalan sepanjang -+670 km itu menawarkan berbagai medan dengan segudang keseruan di dalamnya. Tol Jakarta-Palimanan, tol baru yang membentang lurus berkesan motonon. Jalur Pantura yang penuh sesak mobil besar. Jalur Semarang-Jogja yang membelah alam dengan panorama indah, juga Jalur Jogja-Pacitan yang berkelok sebagai jalur akhirnya.

Setelah melalui sejumlah pertimbangan, saya pun berangkat menuju Pantai Klayar. Sesampainya di pantai tersebut, saya terpesona, terperangah melihat keindahan pesisir pantainya. Perjalanan panjang yang saya tempuh selama ratusan kilometer langsung terbayarkan.

Ini dia rute yang saya tempuh:

Rute ke Pantai Klayar, Pacitan

Pantai Klayar, Pacitan, memang tempat yang sangat cocok untuk saya yang sedang mencari tempat wisata pantai yang masih alami, dengan sajian panorama pantai yang memukau. Saya suka dengan pasirnya yang bersih, tidak seperti pantai-pantai lain yang sudah tercemari sampah dan terpapar tangan-tangan investor rakus.

Setiap deburan ombak terasa menyapa dengan penuh gairah, anginnya yang sejuk menambah energi saya yang sudah lama terkuras. Sajian makanan khas pantai dan air kelapa muda membuat kerasan setiap orang yang berkunjung ke pantai ini.

Cocok sekali untuk bersantai, sambil menikmati secangkir kopi di bale atau saung-saung yang menghadap pantai. Atau bahkan untuk kegiatan-kegiatan wisata lainnya, seperti bermain pasir beserta keluarga atau bermain air di sepanjang garis tepi pantai yang warna airnya biru ke hijau-hijauan.  

Saya menginap di penginapan atau homestay yang ada disekitar pantai. Di Pantai Klayar, ada beberapa penginapan yang biasa digunakan para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Harga sewanya luman murah. Adapun penginapan atau homestay yang ada di sana. Antara lain:

SIMAK FOTO-FOTONYA!

Pantai Klayar Pacitan






Sekian postingan kali ini,, semoga bermanfaat.
Selamat berlibuurr...... :)

Read More
Awas! Hati-Hati Kalau ke Pantai Anyer! Tak Semenarik Cerita Banyak Orang

Awas! Hati-Hati Kalau ke Pantai Anyer! Tak Semenarik Cerita Banyak Orang

Pantai Anyer dikenal sebagai pantai indah dan mempesona, disebut-sebut sebagai surga yang memanjakan mata. Banyak digambarkan sebagai pantai penuh romantisme bagi para wisatawan yang hendak melepas kepenatan dari rutinitas harian yang membosankan.

Tapi apakah itu nyata, atau sekedar cerita? Di sini saya mau berbagi cerita, pengalaman berwisata ke Pantai Anyer, Banten. Tempat wisata yang mengecewakan dan banyak bertolak belakangan dengan kisah-kisah menarik yang banyak diceritakan orang.

Dari dulu sejak masa kuliah, saya selalu ingin pergi ke Pantai Anyer tapi tidak pernah terlaksana karena satu dan lain hal. Saya sendiri termasuk orang yang gemar berwisata alam dan senang menjelajah tempat-tempat indah yang menyajikan panorama alam.

Pada satu ketika, saya bekerja sebagai marketing di perusahaan minyak dengan pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi, sering bepergian dari satu kota ke kota lain untuk bertemu klien. Kebetulan ada beberapa klien saya yang berdomisili di Cilegon, Banten. 

Saat ada tugas kantor ke daerah Cilegon, saya bergegas untuk membuat rencana wisata ke Pantai Anyer karena lokasi pantai tersebut tidak jauh dari kantor klien. Saya punya klien di daerah Link, Ciwandan. Dari sana, hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai di Pantai Anyer.

Sebelum berangkat, Googling dulu, cari banyak informasi yang dibutuhkan, seputar rute, tempat-tempat wisata, tempat makan, penginapan dan semacamnya. Setelah data-data dirasa lengkap, saya meluncur dari Jakarta ke Cilegon. Perjalanan Jakarta-Cilegon ditempuh sekitar dua jam melalui jalan tol.

Seusai meeting dengan klien, saya lanjut ke Pantai Anyer. Selama di perjalanan saya dipandu GPS dengan aplikasi Google Navigator. Di tengah perjalanan saya mulai melihat kordinat saya yang mulai mendekati kawasan Pantai Anyer. Suasana hati mulai sumbringah menanti detik-detik akhir ke Pantai Anyer.

Namun sesampainya di kawasan Pantai Anyer, suasananya berbeda, di sepanjang jalan, saya hanya di suguhi deretan pagar-pagar tinggi yang menutup akses panorama pantai. Berbeda saat melalui jalan di tepi-tepi pantai lain, yang masih menyajikan panorama perjalanan khas pantai.

Biasanya, detik-detik akhir memasuki kawasan pantai, kita sudah disapa panorama indah-mempesona dengan hembusan angina khas pantai berikut suara deburan ombak yang memanjakan wisatawan. Tapi hal itu tidak terjadi di Pantai Anyer.

Hampir sebagian besar bibir pantai sudah dikuasai segelintir orang yang memonopoli keindahan pantai. Orang-orang yang melintasi Jalan Raya Anyer tidak bisa lagi melihat pemandangan secara alamiah. Bahkan, orang yang tidak sengaja, dan tidak mengetahui Pantai Anyer, di saat melalui jalur tersebut tidak akan menyadari bahwa itu adalah kawasan Pantai Anyer yang diceritakan banyak orang sebagai pantai yang eksotis. 

Awalnya, saya berharap bahwa itu hanya dibagian tertentu saja. Sayapun bergegas mengunjungi setiap tempat wisata pantai yang ada di kawasan Anyer. Ke PANTAI MARBELLA, PANTAI MARINA, PANTAI JAMBU, PANTAI CIBEUREUM, PANTAI PASIR PUTIH dan juga PANTAI SAMBOLO.

Alhasil, suasananya tidak jauh berbeda. Kesimpulannya mengecewakan. Wisatawan hanya dapat mengakses sebagian kecilnya saja. Akses-akses ke pantai sudah dibatasi pagar-pagar tinggi yang membentangi setiap bibir pantai.

Pagar-pagar kumuh dan norak yang merusak keindahan alam Pantai Sawarna. Pagar yang dibut orang-orang rakus yang tidak memahami estetika. Pagar-pagar sampah yang didesain dengan model norak yang menodai keperawanan Pantai Anyer. Gambaran ini bukan kiasan, tapi pagar-pagarnya memang kumuh, bukan sekedar desainnya yang tidak sesuai tema pantai, tetapi juga buruk dan terkesan jorok.

Adapun segelintir pantai yang masih terbuka untuk umum kelihatannya sudah dikuasai orang-orang tertentu yang tidak ingin mengambil keuntungan dengan tampa memperhatikan hak-hak wisatawan. Dikuasi orang-orang tidak menyenagkan dan membosankan yang terkoordinir.

Suatu ketika, saat hendak memasuki gerbang temat wisata, seorang penjaga berdiri meminta karcis tanpa sapa, sambil menghisap sebatang rokok dengan asap yang masih menyelimuti wajahnya hanya menyodorkan tangan dengan menyebut nominal harga karcis seraya meminta dengan segera.

Dengan raut muka datar, tanpa ekspresi, ia berucap, “Lima puluh ribu, pak.” Saya pun bergegas mengambil uang dari dompet. Uang pas, itu pun sudah saya berikan ketika asap rokok masih menyelimuti kacamata hitam yang digunakannya.

Bagi saya, kesan pertama sudah tidak menyenangkan. Sesampainya di tepi pantai saya bergabung dengan beberapa wisatawan lain yang sudah lebih dulu sampai di sana. Mereka menempati saung-saung sambil menikmati susana pantai yang menurut saya, jauh di bawah harapan bila dibandingkan dengan beberapa pantai lain yang pernah saya kunjungi di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Tidak berselang lama, saya mulai merasa lapar. Sambil berbincang-bincang dengan wisatawan yang baru saya kenal, saya mengajukan pertanyaan seputar tempat makan enak di sekitar sana.

Jawabannya mengejutkan! “Hati-hati, Mas, kalau mau makan di sini, Tanya harga dulu sebelum pesan, nanti bias jebol!”

Tanpa diberi tahu, sebenarnya saya sudah tahu karena sudah saya antisipasi sebelum berkunjung ke sana. Saya memang mendapati banyak cerita ‘memilikan’ di dunia maya. Banyak orang yang ‘digetok’ saat makan di rumah-rumah makan yang ada di sana.

Salah satu kasus yang sempat heboh di internet, ada wisatawan awal Jakarta yang menulis di Blog, dengan menyertakan data-data lengkap berikut foto dan sebagainya. Di blognya dia menceritakan soal pengalaman pribadinya yang sempat apes saat makan di Pantai Sawarna.

Ini dia, rincial strucknya:


  1. 1 Porsi Ikan Bakar           : 180.000
  2. 1 Porsi Cumi Saos Tiram : 200.000
  3. 1 Bakul Nasi                   : 40.000
  4. 4 Kelapa Muda               : 80.000
  5. 1 Piring Lalapan               : 15.000
  6.                              Total : 515.000 

Sadis bukan? Menu seperti itu, dibandrol dengan harga selangit. Selain memposting foto struck/nota, juga memposting semua sajian makanan yang dipesannya. Anjrit! Di Jakarta saja, kalau saya lihat menu dan sajiannya, paling mahal juga Rp 300.000,- itu juga di tempat nyaman dengan hidangan yang lezat pula.

Nah, ternyata, saat saya makan di sana, hamper semua rumah makan tidak mencantumkan harga. Saya juga jadi khawatir dan langsung menanyakan masing-masing harga hidangan sebelum memesannya. Alhasil, tidak separah kondisi di atas, tapi menurut saya, harganya masih kurang rasional.

Kesimpulannya, hati-hati saat ingin memesan makanan. Cermati betul rumah makan yang akan anda kunjungi. Karena mungkin, itu hanya di rumah-rumah makan tertentu saja, yang pemiliknya tidak ‘beradab’.

Begitulah kondisi yang saya alami dengan segudang keprihatinan. Wisata ke Pantai Anyer tidak banyak memberi kesan, tidak seperti saat berkunjung ke pantai lain seperti saat pergi ke Pantai Sawarna Banten, yang membuat saya takjub dan selalu merasa kangen dengan keindahan dari pesona pantainya.

Cerita-cerita indah tentang Pantai Anyer mungkin benar, tapi itu dulu. Lain dulu, lain lagi sekarang. Kalaupun ada orang yang masih menyebut-nyebut Pantai Anyer sebagai pantai yang indah dan mempesona, mungkin dia berwisata dengan pacarnya dalam kondisi mabuk asmara sehingga apapun kondisinya, berasa di surga... :)

Kalau Anda berencana berwisata pantai, saya lebih merekomendasikan untuk pergi ke pantai sawarna. Menurut saya, apa yang sering disebut-sebut orang tentang Pantai Sawarna sebagai The Hidden Paradise memang benar. Sawarna memang benar-benar Surga Tersembunyi yang telah mempesona hati dan memanjakan mata saya.

Yang ada rencana ke Pantai Sawarna, Baca Posting tentang pengalaman saya berwisata ke Pantai Sawarna.



Tempat Wisata Pantai Anyer


Read More
Hati-Hati Banyak Calo Menawarkan Penginapan atau Homestay Murah Pantai Sawarna

Hati-Hati Banyak Calo Menawarkan Penginapan atau Homestay Murah Pantai Sawarna

Buat teman-teman yang ada rencana ke Pantai Sawarna, hati-hati banyak calo yang nawarin penginapan. Banyak modus yang mereka gunakan agar akhirnya kita tidak enak kalau tidak jadi pakai penginapan yang mereka tawarkan.

Informasi ini berdasarkan pada pengalaman perdana saya berwisata ke pantai sawarna. Gara-gara kena jebakan calo, wisata ke Pantai Sawarna jadi berantakan. Tempatnya kurang nyaman, tidak strategis dan harganya ampun-ampunan.

Beberapa modus yang digunakan para calo penginapan atau home stay di Pantai Sawarna:

Pasang iklan di Internet (Blog/websate).
Sebagian besar web atau blog yang menawarkan penginapan merupakan calo yang ingin mengambil keuntungan dari ketidaktahuan pengunjung/wisatawan. Umumnya, mereka menawarkan dengan membuat website atau blog yang seolah-olah resmi dimiliki oleh pemilik rumah atau homestay. 

Jadi, hati-hati saat mencari penginapan secara online. Tapi sejak kejadian tersebut, waktu mau pulang dari Pantai Sawarna, saya langungung berkeliling, mengunjungi semua penginapan/homestay yang ada di sana, saya foto dan saya catat no HP para pemiliknya (pemiliknya langung). 

Kalau mau lihat list penginapan beserta foto dan no HP pemiliknya, udah saya muat di halam lain blog ini, linknya (tombol menuju halaman tersebut) saya cantumkan di akhir posting/artikel ini.  

Menawarkan langsung kepada pengunjung yang baru tiba di Pantai Sawarna.
Modus ke dua dengan menawarkan langsung kepada para pengunjung (awam) yang baru tiba di Pantai Sawarna. Karena para calo sudah pada pengalaman, mereka bisa mebedakan mana wisatawan baru dan yang sudah terbiasa datang ke pantai tersebut.

Biasanya mereka menawarkan bantuan untuk mencarikan penginapan dengan seolah-olah tanpa pamrih. Sehingga wisatawan diajak berkeliling-keliling menggunakan sepeda motor dan hasilnya, banyak yang terkena jebakan.

Tips dari saya, waktu Anda sampai di Pantai Sawarna, pilih parkiran yang tidak terlelu ramai. Kalau saya memilih untuk parkir di lapangan, letaknya di paling ujung setelah ketemu alfamaret/indomaret, masih jalan terus. Letaknya ada dikiri. Tapi kalaupun mau di tempat yang ramai, disekitar alfamart/indomaret/di pekarangan rumah warga, tidak ada masalah, tapi sering kali sudah penuh/dijejali mobil wisatawan. Dan kelihatannya agak repot kalau kita mau pulang dalam kondisi parkiran yang sedang penuh, bisa terhalang mobil lain yang pemiliknya enah berada dimana karena dibuat sepadat mungkin oleh para juru parkir.

Letak parkiran dengan pantai lumayan jauh, tetapi memang tidak ada pilihan karena arah ke tepi pantai tidak bisa diakses menggunakan kendaraan/mobil. Akses ke sana hanya gang yang bisa dilalui sepeda motor/ojek. Jarak dari parkiran ke pantai sekitar 1 km. Para wisatawan yang sudah sering ke Sawarna, umumnya memilih berjalan kaki karena sebagian besar penginapan di pantai sawarna berada di tengah-tengah antara parkiran dan pantai.

Kalau menggunakan ojek, selain rawan terkena jebakan calo, malah jadi ribet. Kalau berjalan kaki bisa lebih leluasa memilih penginapannya. Toh dengan berjalan kaki, waktu tempuh dari parkiran ke pantai hanya sekitar 10 menit. Tapi kalau mau langung ke pantai, boleh juga pakai ojek, tapi kalau tukang ojek menawarkan paket keliling-keliling ke tempat-tempat wisata, lebih baik tidak usah.

Panggil tukang ojek, langung saja bilang mau ke pantai Ciantir. Ciantir itu pantai utamanya yang ada pasir putih luas. Kalau ditawari paket keliling-keliling, menurut saya tidak usah karena setelah saya sampai di sana, tempat-tempat wisatanya masih di sana-sana juga, lebih enak berjalan kaki. 


Sementara, itu dulu yang saya sharing. Semoga bermanfaat!!



Pantai Ciantir


Legon Pari

Tanjung Layar


Itulah destinasi wisata yang ada di pantai selatan sawarna.

Read More
Awas Calo! Daftar 30 Penginapan atau Homestay di Pantai Sawarna

Awas Calo! Daftar 30 Penginapan atau Homestay di Pantai Sawarna

Pengalaman pertama kali gue berwisata ke Pantai Sawarna agak berantakan gara-gara penginapan. Salahnya, gue terlalu ngandelin informasi dari internet yang ternyata hampir sebagian besar iklannya dibikin sama calo, alhasil, harganya gak karuan, gak sebanding dengan fasilitas yang gue dapet.

Setelah gue berkunjung ke sana, ternyata, di Pantai Sawarna itu banyak penginapan yang umumnya berada di permukiman warga desa Sawarna yang jaraknya lumayan jauh, sekitar 500 m - 1 km dari tepi pantai. Tapi memang tidak ada pilihan lain karena tidak ada penginapan atau homestay yang dekat ke pantai.

Tapi kalo rombongan loe pada masih bujangan, saran gue, mending nginep di bale-bele yang ada di tepi pantai. Di sana banyak bale-bale (saung) yang disewain sama pemiliknya. Semuanya pada ngadep ke pantai! Mantap, murah pula!

Waktu gue di sana, gue keliling-keliling, semua penginapan atau homestay yang ada di sana gue datengin. Semuanya gue foto, semua nomor HP pemiliknya gue catet. Yang mau ke Sawarna, silahkan lihat-lihat foto penginapannya. Kontak langsung aja pemiliknya. Harga sewanya antara Rp 150.000,- s/d Rp 300.000,- Semoga membantu.

ABC Homestay
Kontak: 087772110430
Keterangan: Penginapan ABC / ABC Homestay
Penginapan ABC / ABC Homestay Pantai Sawarna
Penginapan ABC / ABC Homestay Pantai Sawarna

Aditya Homestay
Kontak: 087741098046/087773054917
Keterangan: Penginapan Aditya / Aditya Homestay Sawarna
Penginapan Aditya Homestay Pantai Sawarna
Penginapan Aditya Homestay Pantai Sawarna

Aldista Homestay
Kontak: 087805618679/081809422636
Keterangan: Penginapan Aldista Sawarna / Aldista Homestay Sawarna 
Penginapan Aldista / Aldista Homestay Pantai Sawarna
Penginapan Aldista / Aldista Homestay Pantai Sawarna

Alfina Batara
Kontak: 087773298915/087773298915
Keterangan: Penginapan Alfina Batara Sawarna / Alfina Batara Homestay Sawarna 
Penginapan Alfina Batara / Alfina Batara Homestay Pantai Sawarna
Penginapan Alfina Batara /
Alfina Batara Homestay Pantai Sawarna

Penginapan Andra
Kontak: 081911106115/087772114035
Keterangan: Penginapan Andra Sawarna / Andra Homestay Sawarna 
Penginapan Andra / Andra Homestay Pantai Sawarna
Penginapan Andra / Andra Homestay Pantai Sawarna

Andrew Batara I
Kontak: 082312445800
Keterangan: Penginapan Andrew Batara I Sawarna / Andrew Batara I Homestay Sawarna 
Penginapan Andrew Batara I / Andrew Batara I Homestay Pantai Sawarna
Penginapan Andrew Batara I /
Andrew Batara I Homestay Pantai Sawarna

Angsana
Kontak: 088820117329
Keterangan: Penginapan / Villa Angsana Sawarna / Angsana Homestay Sawarna 
Penginapan / Villa Angsana Sawarna / Angsana Homestay Sawarna
Penginapan / Villa Angsana Sawarna /
Angsana Homestay Sawarna

Penginapan Aura
Kontak: 081906336111
Keterangan: Penginapan Aura Sawarna / Aura Homestay Sawarna 
Penginapan Aura / Aura Homestay Sawarna
Penginapan Aura Sawarna / Aura Homestay Sawarna

Batara II
Kontak: 087772892011
Keterangan: Penginapan Batara II Sawarna / Batara II Homestay Sawarna 
Penginapan Batara II Sawarna / Batara II Homestay Sawarna
Penginapan Batara II / Batara II Homestay Sawarna

Penginapan Bayu
Kontak: -
Keterangan: Penginapan Bayu Sawarna / Bayu Homestay Sawarna
Penginapan Bayu Sawarna / Bayu Homestay Sawarna
Penginapan Bayu / Bayu Homestay Sawarna

Cariang Resort
Kontak: 085692450154
Keterangan: Penginapan Cariang Sawarna / Cariang Homestay
Penginapan Cariang Sawarna / Cariang Homestay
Penginapan Cariang / Cariang Homestay

Pondok Chlara
Kontak: 087773073561
Keterangan: Penginapan Pondok Chlara Sawarna / Chlara Homestay Sawarna
Penginapan Pondok Chlara Sawarna / Chlara Homestay Sawarna
Penginapan Pondok Chlara / Chlara Homestay Sawarna

Pondok Clara
Kontak: 087772095744
Keterangan: Penginapan Pondok Clara Sawarna / Clara Homestay

Elsa
Kontak: 081809426569
Keterangan: Penginapan Elsa Sawarna / Elsa Homestay Sawarna
Penginapan Elsa / Elsa Homestay Sawarna

Family Homestay
Kontak: 087772341843
Keterangan: Penginapan Family Sawarna / Family Homestay Sawarna
Penginapan Family Sawarna / Family Homestay Sawarna
Penginapan Family / Family Homestay Sawarna

Little Hula-Hula
Kontak: 081646992036/087771133879
Keterangan: Penginapan/Villa Little Hula Hula Sawarna / Little Hula-Hula Homestay
Penginapan/Villa Little Hula Hula Sawarna
Penginapan/Villa Little Hula Hula /
Little Hula-Hula Homestay

Java Beach Homestay
Kontak: 085239055425 / 087875293598
Keterangan: Penginapan Java Beach Sawarna / Java Beach Homestay Sawarna
Penginapan Java Beach Sawarna / Java Beach Homestay Sawarna
Penginapan Java Beach Sawarna /
Java Beach Homestay Sawarna

Penginapan Kang Hendi
Kontak: 081808486202/081286477220
Keterangan: Penginapan Kang Hendi Sawarna / Kang Hendi Homestay Sawarna
Penginapan Kang Hendi
Penginapan Kang Hendi Sawarna /
Kang Hendi Homestay Sawarna

Mega Aura
Kontak: 085310291011/087772013203
Keterangan: Penginapan Mega Aura Sawarna / Mega Aura Homestay Sawarna
Mega Aura Homestay Sawarna
Penginapan Mega Aura Sawarna /
Mega Aura Homestay Sawarna

Millang Sawarna
Kontak: 081911211444 / 085720919997
Keterangan: Penginapan Millang Sawarna / Millang Homestay Sawarna
Millang Homestay Sawarna
Penginapan Millang Sawarna /
Millang Homestay Sawarna

Niken
Kontak: 081906368816/085716244449
Keterangan: Penginapan Niken Sawarna / Niken Homestay Sawarna
Penginapan Niken Sawarna
Penginapan Niken Sawarna /
Niken Homestay Sawarna

Penginapan Padi Padi
Kontak: 081809422636
Keterangan: Penginapan Padi Padi Sawarna / Padi Padi Homestay
Penginapan Padi Padi Sawarna
Penginapan Padi Padi Sawarna / Padi Padi Homestay

Restu
Kontak: 081906147439
Keterangan: Penginapan Restu Sawarna / Restu Homestay Sawarna
Penginapan Restu Sawarna
Penginapan Restu Sawarna / Restu Homestay Sawarna

Saweri Gading
Kontak: 081293585151/087887932182
Keterangan: Penginapan/Villa Saweri Gading Sawarna / Saweri Gading Homestay
Saweri Gading Homestay
Penginapan/Villa Saweri Gading Sawarna /
Saweri Gading Homestay

Srikandi
Kontak: 0812-2499-9887
Keterangan: Penginapan Srikandi Sawarna / Srikandi Homestay Sawarna
Penginapan Srikandi Sawarna
Penginapan Srikandi Sawarna /
Srikandi Homestay Sawarna

Tanjung Layar Resort
Kontak: 087877922963 / 085814771906
Keterangan: Penginapan/Villa Tanjung Layar Resort Sawarna / Tanjung Layar Resort Homestay Sawarna
Tanjung Layar Resort Sawarna
Penginapan/Villa Tanjung Layar Resort Sawarna /
Tanjung Layar Resort Homestay Sawarna

Widi Homestay
Kontak: 081293130444
Keterangan: Penginapan Widi Sawarna / Widi Homestay Sawarna
Widi Homestay Sawarna
Penginapan Widi Sawarna / Widi Homestay Sawarna

Bukit Indah
Kontak: 0858 7124 6789/0853 1083 0000
Keterangan: Penginapan/Villa Bukit Indah Sawarna / Bukit Indah Homestay Sawarna
Villa Bukit Indah Sawarna
Penginapan/Villa Bukit Indah Sawarna /
Bukit Indah Homestay Sawarna

Aliya Homestay
Kontak: -
Keterangan: Penginapan Aliya Sawarna / Aliya Homestay Sawarna
Aliya Homestay Sawarna
Penginapan Aliya Sawarna / Aliya Homestay Sawarna

Batara I
Kontak: 087772892011
Keterangan: Penginapan Batara I Sawarna / Batara I Homestay Sawarna

Batu Sawarna
Kontak: 087887932182/081293585151
Keterangan: Penginapan/Villa Batu Sawarna / Batu Sawarna Homestay 


Read More
Pantai Sawarna: Awas! Salah Perhitungan Berarti Malapetaka (Tips, Info Penginapan, Lokasi, Rute/Jalur, Paket Wisata, Homestay)

Pantai Sawarna: Awas! Salah Perhitungan Berarti Malapetaka (Tips, Info Penginapan, Lokasi, Rute/Jalur, Paket Wisata, Homestay)

Gue mau berbagi pengalaman berwisata ke Pantai Sawarna! Busyet…! ternyata keindahan pantainya melebihi bayangan gue sebelum berangkat ke sana. Beberapa artikel blog atau website yang gue baca sebelum berangkat, gak ada yang bisa menggambarkan suasana aslinya secara utuh, sebagai pantai yang indah dan mempesona.

Pantai Ciantir, Pantai SawarnaTapi sayang, perjalanan wisata perdana gue ke Pantai Sawarna terbilang berantakan alias mengecewakan, karena banyak informasi yang gua dapet dari blog atau website, banyak yang salah (mengada-ada) dan sebagian lagi sudah kadaluarsa, terutama soal tips, tempat-tempat wisata Sawarna, info penginapan, rute, akses transportasi Jakarta-Sawarna, akses ke pantai, “logistik” (perbekalan) dan sebagainya.

Kondisi Pantai Sawarna sangat berbeda dengan tempat wisata pantai lain di Indonesia, khusunya di daerah Jawa Barat dan Banten. Pantai Sawarna punya keunikan tersendiri mulai dari keindahan pantai (ombak, hamparan pasir, cuaca, pemandangan), akses transportasi, jalur ekstrim, akses ATM, hingga cara berhadapan/berinteraksi dengan warga yang tinggal di sekitar pantai.

Awalnya, gue menilai lebay berbagai posting atau tulisan dari teman-teman yang berbagi pengalaman berwisata ke Pantai Sawarna, tapi setelah gagal total di wisata perdana ke Pantai Sawarna, gue mulai sadar, wisata ke sana memang butuh perencanaan yang ekstra detail dan matang. Kalau salah perhitungan, bias menderita! Kenapa begitu? Simak penjelasan gue sampai selesai….! Kalau enggak, bisa menyesail!

Sebelum masuk ke tips dan info-info penting persiapan berwisata ke Pantai Sawarna, gue mau coba gambarin keindahan di sana, juga mau kasih gambaran suasana menarik sepanjang perjalanan ke sana. Gue rasa, ini lumayan penting, karena setiap orang punya tujuan berbeda-beda mudah-mudahan bias mewakili keinginan teman-teman. 

Kanapa Memilih Pergi Ke Pantai Sawarna? Bukan ke tempat lain! Itu pertanyaan bini gue, waktu pertama kali, gue ngajak dia berlibur ke sana. Jawaban gue sederhana. Penasaran aja, banyak temen di kantor yang ngomongin Pantai Sawarna. Katanya sih mantap! “Suasana alamnya lebih indah dan mempesona dari Pantai Kuta!”

Bini gue langsung tanya? “Emang Lokasinya di mana?” 

Gue langsung jawab sambil nunjukkin peta dari Google Map yang gue install di smart phone kesayangan Gue. “Lokasinya di pantai selatan, tepatnya di daerah Bayah, dari Pelabuhan Ratu Sukabumi, masih sekitar 4 jam ke arah barat, menuju provinsi Banten.” Sambil nyengir dan berharap dapat approval (persetujuan) dari dia.

Tanpa diduga, bini gue yang cantik itu, kasih persetujuan, “Ayo, yang! Kita berangkat.” Dengan raut muka sumbringah. Rupanya, dia lagi butuh refreshing, karena lagi ngurusin project memusingkan di tempat kerjanya “Kita lupain dulu kerjaan kantor, waktunya bersenang-senang…!”.

Ada jawaban begitu, gue langsung buka laptop buat browsing, cari informasi seputar Pantai Sawarna.

Browsing Foto/Gambar & Video Pantai Sawarna  
Gue pengen tahu seberapa indah dan mempesona Pantai Sawarna, sekaligus seberapa pantas tempat itu untuk gue datangi karena gue harus menempuh perjalanan, sekitar 250 km (-+ 5-8 jam) dari Jakarta. Gue khawatir, perjalanan ke sana gak sebanding dengan perjuangan gue menuju ke sana. 

Yang pertama kali gue kerjain, gue buka-buka Google Image, buat lihat foto-foto pantai sawarna. Hasilnya menarik. kesimpulannya, Pantai Sawarna, layak jadi destinasi liburan gue. Cukup menarik karena menawarkan suasana pantai dengan hamparan pasir putih yang luas dan bersih dengan pemandangan (landscape) yang mempesona.

Tapi yang ingin gue share soal ini, setelah gue berkunjung ke sana, perbandingan foto-foto yang gue lihat sebelumnya di internet dengan pengamatan langsung dengan mata telanjang, Pantai Sawarna jauh lebih indah dan mempesona, mungkin karena sudut pandang kamera yang sangat terbatas sehingga tidak bisa menggambarkannya secara utuh.

Suasana pantainya masih sangat perawan, itu karena Pantai Sawarna agak sulit di akses. Tidak ada transportasi umum menuju ke sana. Pengunjung Pantai Sawarna, umumnya menggunakan mobil pribadi, dan kelihatannya, mereka adalah orang-orang menengah ke atas sehingga prilakunya lumayan ‘beradab’. Dan karena itu juga, Pantai Sawarna menjadi sangat eksklusif tetapi terbuka bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke sana.

Waktu pertama gue menginjakkan kaki di Pantai Sawarna, kesan yang gue dapet, suasananya kondusif banget buat refreshing, suasananya tenang dengan hamparan pasir putih bersih terbentang luas, deburan ombak bersautan memberi kesan pantai 100%. Sangat berbeda dengan pantai-pantai lain yang penuh sesak pengunjung, penuh sesak pedagang, airnya keruh dengan sampah yang berserakan di mana-mana.

Di pagi dan sore hari, pas banget buat main di tepian pantai, waktunya pas banget, soalnya terik matahari masih belum terasa panas. Di siang hari, pas banget buat menikmati keindahan pantai sambil menikmati berbagai hidangan di bale-bale tradisional bernuansa pantai. Di malam hari, pas buat bakar-bakar ikan, jagung atau yang lainnya. 

Waktu pertama kami lihat foto-foto Pantai Sawarna di internet gue agak bingung karena suasana pantainya berbeda-beda. Ternyata setelah gue berkunjung ke sana, Sawarna itu nama desa. Di desa Sawarna ada tiga tempat wisata pantai yang jaraknya berdekatan. Ada pantai pasir putih yang luas dan bersih, ada pantai karang da nada juga pantai perpaduan karang dan pasir dalam sebuah teluk.

1. Pantai Ciantir, Sawarna.
2. Pantai Tanjung Layar, Sawarna.
3. Pantai Legon Pari, Sawarna.
4. Pantai Karang Taraje, Sawarna.

Ini dia penampakannya:  

Pantai Ciantir, Sawarna.

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Ciantir, Pantai Sawarna

Pantai Legon Pari, Sawarna.

Pantai Legon Pari, Pantai Sawarna

Pantai Legon Pari, Pantai Sawarna

Pantai Legon Pari, Pantai Sawarna

Pantai Legon Pari, Pantai Sawarna

Pantai Legon Pari, Pantai Sawarna

Pantai Tanjung Layar, Sawarna
Pantai Tanjung Layar, Pantai Sawarna

Pantai Tanjung Layar, Pantai Sawarna

Pantai Tanjung Layar, Pantai Sawarna

Pantai Tanjung Layar, Pantai Sawarna


Pantai Karang Taraje, Sawarna.


Read More